Feeds:
Posts
Comments

Optimisme Kemenangan

Hidup adalah ujian dan tantangan, tanpa optimisme sulit rasanya menikmati kehidupan. Kelemahan dan keputus asaan akan menyelimuti seluruh benak fikiran. Jangankan menambah energi kehidupan mempertahankan nilai kebaikan yang dimilikipun sangat sulit dilakukan. Potensi sebesar apapun akan hilang berganti dengan beragam ketidak berdayaan. Fikiran menerawang tentang halangan dan rintangan yang makin hari makin membesar. Tiada usaha tiada karya yang ada hanya keluh dan kesah. Hari-hari dipenuhi oleh awan hitam yang menggelapkan pandangan. Sungguh mustahil sebuah kebesaran akan lahir dari orang-orang yang penuh pesimis. Membangun kebaikan bagi dirinya saja ia tidak mampu bagaimana mungkin membangun kebaikan bagi orang lain? Karenanya tak ada dalam sejarah sebuah kemenangan diperoleh oleh orang-orang yang putus asa.            Continue Reading »

Advertisements

Nikmatnya Penghargaan

Meskipun menghargai hasil karya kelihatan sepele namun tidak semua manusia pandai melakukannya. Menghargai hasil karya tidak hanya sekedar penghargaan, tapi tersimpan di dalamnya segudang kebaikan. Apresiasi, penghormatan, penghargaan, hingga hadiah terhadap sebuah karya membangunkan potensi besar bagi seorang pekarya. Kata baik saja terhadap sebuah karya telah memberikan motivasi besar bagi pembuatnya. Bisa jadi bermodalkan kata baik tadi, di kemudian hari ia akan menghadirkan karya yang monumental. Namun coretan silang tanpa rasa penghargaan terhadap sebuah karya telah cukup untuk memporak porandakan potensi yang terpendam. Jelaslah bahwa penghargaan atau cemooh memiliki nilai besar, terlebih jika dia datang dari orang-orang yang disegani. Penghargaannya meninggalkan kesan, cemoohnya membekaskan goresan.Wajar kiranya Rosululloh SAW marah kepada para sahabat, tatkala mereka mentertawakan betis kecil Ibnu Mas’ud.  Beliau bersabda : ”Kalian menertawakan betis Ibnu Mas’ud, keduanya di sisi Alloh lebih berat timbangannya dari gunung Uhud.” Sadarilah bahwa hasil karya bukan tujuan satu-satunya dari karya itu sendiri. Akan tetapi keinginan, usaha, dan semangat berkarya itulah prestasi yang sungguh luar biasa. Ketika tiap orang pandai menghargai karya maka jutaan karya monumental akan hadir dalam kehidupan. Namun ketika tidak ada penghargaan terhadap karya maka orang lebih suka dengan kepalsuan, karena semua orang akan mengedapankan hasil bukan proses.Kerja da’wah menuntut kerja dengan tingkat tuntutan luar biasa. Pembahasaannya pun dengan pilihan diksi kata yang penuh keseriusan. Iman, hijrah dan jihad merupakan kata yang merepresentasikan tuntutan karya besar. Tantangan iman, hijrah dan jihad tak mungkin dihadapi dengan kerja sambilan. Allah meminta harta dan jiwa sebagai modal menghadapi tantangan. Namun permintaan tersebut tidaklah tanpa penghargaan, semuanya berbalas dengan balasan tak berhingga. Perhatikanlah ungkapanNya.: Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai Balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.” Dan sabda Rosululloh SAW : Allah menyediakan bagi hamba-hambanya yang sholih sesuatu yang tak pernah terlihat oleh mata dan tidak pernah terdengar oleh telinga dan tak pernah terbayang oleh angan.” Sungguh penghargaan yang Allah berikan tak berbanding dengan  karya yang dilakukan.

Continue Reading »

Bermasalah

Selama manusia menjadi manusia maka selama itu pasti ada ujian kehidupan. Dan selama ujian masih berlanjut selama itu pula selalu ada masalah. Tidak ada satupun manusia yang hidup tanpa masalah. Karenanya Rosululloh SAW menegaskan lekatnya masalah pada manusia : ”Manusia tempatnya salah dan lupa” atau ”Tiap anak Adam pasti salah dan sebaik-baik orang salah adalah mereka yang bertaubat”. Tidak hanya Rosululloh SAW bahkan Alloh SWT menegaskan dalam hadits qudsi-Nya: ”Jika kalian tidak melakukan dosa maka akan Aku binasakan kalian hingga Aku ciptakan manusia lain, lalu mereka berbuat dosa dan kemudian bertaubat”. Bahkan Al Qur’an membahasakan bahwa orang bertaqwa sekalipun bisa mengerjakan fahisyah atau dosa besar. Taubatlah yang membuat mereka tetap pada posisi mulianya.           

Betapa Al qur’an dan As Sunnah mendorong umat ini untuk terus-menerus menghias diri dengan perilaku mulia  dan menghindar dari perilaku tercela. Pencerahan Islam terhadap fitrah manusia bersambut dengan nilai, nyaris sempurna pada generasi pertama. Sulit dibayangkan rasanya ketika mendengar ”rakus” mereka terhadap pahala dan benci mereka kepada dosa. Karena yang sunnah sudah terasa tak lagi dijumpa sebagian mereka melakukan nadzar karena memperturutkan hobinya terhadap pahala. Pergaulan yang begitu kuat dengan orang-orang sholih membuat nilai kesholihan terpatri begitu kokoh dalam prilaku. Terkadang kisah salaf dengan kesholihan yang sulit terbahasakan, menghapus sebagian memori orang, bahwa manusia juga bermasalah.             Continue Reading »

Keaslian dalam berda’wah adalah terbuka, namun karena tuntutan da’wah mengangkat tema amar ma’ruf nahi mungkar, di awal perjalanannya da’wah dilakukan secara siriyah. Tiga tahun lamanya Rosululloh SAW dan para sahabat berda’wah secara sembunyi-sembunyi menghindari bentrok fisik guna menyelamatkan da’wah yang masih berusia belia. Barulah setelah da’wah menginjak usia tiga tahun da’wah dilakukan secara terbuka. Keterbukaan da’wah tidak serta merta menjadikan da’wah menemui jalan lurus tanpa hambatan. Sudah dapat dipastikan keterbukaan da’wah melahirkan penentangan terbuka dari seluruh kalangan terlebih para tokoh agama, kalangan birokrat dan penyelenggara kekuasaan. Penghinaan, fitnah, intimidasi, penyiksaan, pengusiran bahkan pembunuhan mereka alami setiap hari bertahun-tahun lamanya.

Continue Reading »

Ikhwan wa Akhwat Fillah!

Setelah fathu Makkah, kendali kekuasaan sepenuhnya ada ditangan Rasulullah saw. Kaum musyrikin Quraisy bertekuk lutut dan mengakui kemenangan dakwah Rasulullah saw dan kaum muslimin. Mereka mulai merapat kepada Rasulullah saw seraya menyatakan keislamannya dan siap mendapatkan bimbingan dan pengajaran dari Rasulullah saw. Padahal sebelumnya mereka sangat jauh dengan dakwah bahkan selalu berada di barisan paling depan memusuhi dan memeranginya.

Abu Sufyan tidak memiliki pilihan lain kecuali mengakui kemenangan dakwah Nabi Muhammad saw dan menyatakan masuk Islam, setelah menyaksikan puluhan ribu kaum muslimin menyeruak di sekitar Masjidil Haram. Amr bin Ash yang pernah membujuk Najasyi agar mendeportasi kaum muslimin yang hijrah ke negerinya Habasyah, juga datang bertekuk lutut kepada Nabi, ia langsung menyatakan dirinya ingin masuk Islam, namun ia risau dengan track record masa lalunya yang selalu memusuhi Islam. Namun dengan penuh kelembutan Rasulullah saw membesarkan hatinya seraya bersabda: “Ya Amr! Al-Islaamu yajubbu ma kaana qablahu”, Wahai Amr! Islam akan menghapus apapun yang telah terjadi sebelumnya!

Continue Reading »

Ketika Rosululloh SAW menawarkan kepada para pemimpin kabilah untuk membawa dan membela da’wah, mayoritas mereka menolak. Sebagian mereka mengatakan : “Jika demikian kalian akan diperangi orang-orang Arab dan Non Arab” atau ada di antara mereka yang mengatakan : “Urusan ini (Da’wah) adalah urusan yang dibenci oleh para penguasa”. Memang demikianlah adanya bahwa da’wah akan mendapat tantangan besar dari para penentangnya sepanjang zaman. Da’wah membawa misi besar perubahan, akan melibas beragam budaya dan kebiasaan, menghancurkan kebatilan dan ragam perilakunya. Menentang penguasa zholim dan pendukung serta tata aturannya. Menghantam Ilah batil berikut perundang-undangannya, tidak mengakui institusi kekuasaannya dan tidak menganggap para pemegang kekuasaan dan pelaksana kebijakannya. Mengharamkan industri maksiat dan menentang para pemilik dan jajaran pegawainya. Wajar jika da’wah akan mendapat serangan bertubi-tubi sepanjang zaman karena ada kepentingan besar di balik perlawanan tersebut, yaitu tradisi, upeti dan harga diri.

Continue Reading »

Kalaulah harus putus asa Rosululloh SAW dan para sahabat layak putus asa karena mereka menghadapi lahan da’wah yang tandus dan terjal. Meski secara fisik bangsa Qurays hidup, namun hakikatnya mereka mati. Kebenaran telah menjadi barang asing yang harus dienyahkan dan kerusakan adalah hobi yang tidak bisa ditinggalkan. Bagaimana tidak, khomer, judi, zina dan pembunuhan yang merupakan sumber kerusakan dijadikan aqidah lekat dalam kehidupan. Namun di bawah timbunan lumpur kedurhakaan tersimpan tambang keimanan nan menakjubkan. Kerja keras tak kenal lelah, kecintaan yang dalam, kesabaran panjang dan pengorbanan besarlah yang bisa mengangkatnya menjadi nilai tambang yang mahal.  Kondisi umat manusia dibelahan bumi manapun pada hari itu tidak berbeda prilaku, mereka tersesat dalam gelapnya jahiliyah. Justru Rosululloh dan para sahabat menjadi tertantang diri untuk membuktikan janjinya, bahwa mereka siap menjadi pahlawan sejati.

Continue Reading »